Tuesday, October 6, 2009

BIRAHI DI TENGAH KEMACETAN

BIRAHI DI TENGAH KEMACETAN



Rudi adalah pria awal 30-an berpenghidupan lumayan dengan pekerjaan sebagai seorang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang. Tidak ada yang aneh dengan kehidupannya. Semua berjalan lancar. Bila ada tekanan-tekanan dalam pekerjaan bahkan membuatnya merasa bergairah untuk menjalaninya. "This is life", katanya dalam hati.

Kehidupan seks-nya juga demikian, hampir tidak ada masalah. Ia bisa mendapatkan apabila ia ingin, tentunya dengan proses yang wajar, karena Rudi sangat menghindari 'sex shopping' atas alasan-alasan tertentu. "Biar cinta berjalan semestinya," yakinnya.

Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi komputernya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dengannya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dalam one day trade. Sebagian masuk ke dalam rekening pribadinya. "Aku memang patut mendapatkan," pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Beberapa anak SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. "Ahh.." kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan agar menunda. "Instingku semakin bagus saja," senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dengan putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dengan pemandangan di depannya.

Rudi menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. "Tenang Rud, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak hari tenangmu," katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR dari arah berlawanan lewat di samping mobilnya. Dengan segera ditekannya switch jendela. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit. Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. "Bagus!" ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dengan hambar. "Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah," sungutnya sambil mematikan. Rudi menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. "Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya," katanya dalam hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dengan tangannya di belakang sehingga dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dengan leher yang jenjang. Rudi mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dengan gadis belia. Itukah yang diinginkannya saat ini? "Tidak," sahutnya sendiri, "Itu terlalu gila." sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dengan seksama lekukan pantat yang padat itu dengan lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dalam format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka tersingkap roknya. Rudi bersorak dalam hati. Diperhatikannya dengan seksama paha bagian dalamnya... begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dalam bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya. Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu. Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dengan belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue, persiapan apabila ia ejakulasi nanti.

Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte karena beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Rudi meraung keras sekali. "Agghh!" Ditatapnya para lelaki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.

Langit semakin gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah mendung gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diikuti oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat. Di dalam mobil Rudi tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya. Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Rudi membalas dengan mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya karena kaca mulai mengembun. Dihidupkan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Rudi hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu ada di sana dalam keadaan basah kuyup. Rudi memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Rudi. Tapi tunggu... dalam keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dengan pantat yang bundar, Rudi kembali ereksi. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas. Dibukanya pintu mobilnya kemudian ia berlari mendekati gadis itu. Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. Payudaranya sangat penuh menyesaki branya yang sekitar 34. Pinggul yang ramping dengan pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah.

Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dengannya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. Rudi tergagap dan secara refleks menyapanya. Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang transparan. Dengan berdalih bosan di mobilnya, Rudi mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu. Gadis itu bernama Dita, kelas satu SMU swasta berumur 16 tahun. Rudi tak menghiraukan secara detail percakapannya karena suara Dita terdengar sangat merangsangnya.

"Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih," kata Rudi.
Dita menatap ragu. Rudi menangkap maksud pandangan itu.
"Ok, begini... Kamu nggak perlu takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dalamnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dengan kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?" Dita tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.

Di dalam mobil Dita merasa gugup. Baru kali ini ia menuruti orang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Dita menjadi kesal. Dita membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya. "Ini cukup," ujarnya. Dengan tersenyum acuh Rudi menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya. "Kamu kedinginan? saya punya kaus bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menegok ke belakang," tanya Rudi penuh harap. Dita menggelengkan kepalanya.

Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Dita pun mulai berani menceritakan dirinya. Mata Rudi mencuri pandang untuk menatap paha Dita yang tersingkap. Rudi menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay. Ia ceritakan dengan lancar dan halus hingga Dita tidak tersinggung. Rudi menangkap beberapa kali Dita menarik nafas panjang, sepertinya Dita terangsang mendengar cerita Rudi. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya. "Tampaknya ini tak cukup," kata Rudi. Lalu ia menawarkan Dita untuk menonton VCD kartun kesayangannya. Dita berseru gembira. Lalu Rudi membuka TVcar-nya dan berkata, "Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu." Dita mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.

Rudi keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya... 5 menit dari sekarang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu. Dita menatap adegan di mini TV itu. Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Rudi dari dalam mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi dingin. Lelaki itu sekarang menjilati paha. Dita menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dalam film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. Dita merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Ia pun heran mengapa nafasnya begitu.

"Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang," sembur Rudi. Dita tersentak dan memalingkan wajahnya. Rudi pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya. "Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Din," kata Rudi tergagap. Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil. Dita sangat terkejut melihat itu, lalu berkata, "Udah deh Rud nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya," katanya sambil memegang lengan Rudi. Rudi menoleh pelan sambil menatap mata Dita. "Sorry?" Dita menyahut pelan. "Nggak pa-pa," nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin Rudi. Now or never.

Dipegangnya lengan Dita. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dengan bra membayang itu Rudi kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir Dita. Dita tersentak ke belakang kaget. Rudi memburunya. Dikulumnya bibir bawah Dita yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sehingga Dita tampak seperti berbaring. Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga. Lidahnya menggelitik belakang telinga Dita sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya. Bau harum rambut Dita memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang Rudi untuk berbuat lebih jauh.

Dibukanya kancing seragam sekolah Dita sambil mengulum mulut Dita. Dita menggelengkan kepalanya perlahan. Rudi mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut. Betapa muda dan tak berdosanya. Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dengan seluruh indraku. Aku ingin menyetubuhimu, menghirup tubuh sucimu, karena aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati Rudi berteriak.

Dibukanya bra itu lalu dengan rakus dijilat puting kiri Dita sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaranya, seakan hendak ditelannya. Dita mengerang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu Rudi memindahkan tubuhnya ke atas Dita. Dipegangnya celana dalam Dita.

Dita tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan. Keingin-tahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya. Saat ia merasa takut dengan perbuatan Rudi, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayang, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang. Dita meneriakkan kata jangan sewaktu Rudi berusaha melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Rudi berpindah tempat dengan cepat ke bawah tubuhnya dan mulut Rudi mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan.

Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh Rudi ke atas. Dita tak tahu apa yang dilakukan Rudi, tapi ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkurang. Dibukanya matanya. Tampak Rudi sedang mengamatinya dengan matanya yang menyala oleh birahi.

Rudi mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan Dita dengan rambut kemaluan yang tumbuh tak beraturan. Kemudian dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris Dita. Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekarang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.

Sekarang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kusetubuhi sesukaku, dengan caraku, dengan nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dengan spermaku. Akan kuberi cairanku yang akan menyatu dengan dirinya sehingga ada bagian diriku yang akan selalu ada di dalam tubuhnya. Jilatan dan gigitan Rudi semakin liar dan dia segera menghentikan tindakannya ketika Dita mulai mengejang. Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan Dita. Dengan mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal Dita. Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. Rudi mendengar suara Dita hanya, "Ssh.. sh.." terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul Dita. Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh Dita melengkung kaku. Kini saatnya... Rudi mengeluarkan spermanya sambil menekan dalam-dalam.

Lima belas menit setelah itu.. Dita menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara Rudi merapikan rambutnya. Oh puas, sekarang aku puas bisa mencicipi gadis belia ini. Diambilnya KTP dari saku Dita lalu diselipkan ke dompetnya, sekaligus ia mengeluarkan tiga lembar seratus ribu rupiah. Sambil mencium pipi Dita. "Ini buat kamu." Dita menolak sambil terkaget-kaget. "Aku bukan gadis bayaran Rud.." katanya sambil mulai menangis lalu terisak-isak.

Rudi meletakkan uang itu di dalam tas Dita, lalu Rudi keluar, berputar lewat depan mobilnya. Dalam guyuran hujan ia membuka pintu mobil sebelah kiri, lalu menarik Dita keluar. "Lalu lintas sebentar lagi akan lancar. Aku harus pulang, kamu juga. Kita pisah di sini. Eh Dit... thanks ya?!" Dita berteriak histeris sambil lari keluar. Rudi kembali ke mobilnya mengunci pintu dan tersenyum melihat mobil di depannya mulai bergerak maju.

SELESAI

2 comments:

Loya Loyo said...

[x_x] Semua Serba Dewasa
[x_x] Foto Cewek Toket Gede Banget
[x_x] Kumpula Foto Cewek ABGT Toket Gede
[x_x] Cewek Montok pake Lingerie

[x_x] Foto Bugil cewek Jepang
[x_x] Kumpulan Foto Ngentot Nungging
[x_x] Foto Bugil Tante Toket Gede di Kamar Mandi

Koleksi foto-foto bokong yang seksi, semok, sekdut, montok dan bahenol

koleksi bokep ngentot memek cewek bugil yang seru dan panas

[x_x] Pantat Montok Memek Tembem
[x_x] Cewek Jepang Bugil Hot Di kamar Mandi
[x_x] Foto Susu dan Pantat Montok Tante Seksi
[x_x] Foto Susu Montok Cewek ABG SMA
[x_x] Foto Tante Bugil Narsis


[x_x] Foto Pantat Seksi Montok
[x_x] Tante Putih Seksi Mulus
[x_x] Cerita Dewasa Ngentot Sama Tante Evi


[x_x] Gadis bugil lalatX ngentot memek di kamar mandi
gadis bugil seksi surabaya bispak mau ngentot meme
Mulusnya Susu ini siap untuk di emut, info cewek telanjang yang mau ngentot memek
Koleksi photo cewek Kalem dan Mulus Lagi Telanjang Full Pic
[x_x] Foto Tante Toket Gede Montok
[x_x] Foto Manis Cewek Jepang Hot Bugil



[x_x] Koleksi Toket Besar dan Bulet dengan Puting Merah menantang
Video Gadis Bugil Memek Lagi Ngentot Sama Bule
Foto Hot - Cewek Jepang Telanjang Pamer Memek Indah
[x_x] ABG sekarang suka Upload Susunya sendiri lewat HP


[x_x] Foto HOT | Cewek Narsis Cantik Bugil di Facebook,Cewek Masturbasi Pakai Jagung Rebus
Berpose menantang sambil pamer memek
[x_x] cewek panggilan jakarta buat ngentot memek semalam


[x_x] abg bugil
foto cewek facebook cantik
[x_x] cewek abg ngemut kontol besar

[x_x] foto cewek abg pamer memek sempit perawan
foto cewek masturbasi pakai jagung dan sex toy
gambar / foto vagina perawan
[x_x] tante girang doyan kontol
gambar / foto vagina montok
[x_x] gambar / vagina / memek / meki / gawok


















































































































































































































































































































































































































































Nasimah Noor said...

Nikmatnya kemaluan cewek abg bispak


Gaya Seks Doggy Style Versi Terbaru Bikin Puas


Aku Semprotkan Seluruh Spermaku Ke Mulut Janda Nakal


Ayu Ting-Ting Berani Tampil Tanpa Pakaian


awek gadis melayu lucah bogel tetek seksi tudung seksi ketat skodeng


Koleksi Gambar Bogel Awek Bohsia Comel


Video Lucah Gadis Melayu Sex Paksa


Kunikmati Saja Tubuh Mbak Janda Muda Haus Seks


Video Lucah Jerit Kesakitan Pertama Kali Main


Cerita Dewasa Godaan Kakak Ipar Kesepian


Gambar Bogel Awek Dari Stesen Komuter Kasik Raba


Video Lucah Berahi Bersama Pasangan Siap Bawa Anak


fuck gadis melayu dalam pussy dan secara ringkas dalam dubur


Lubang fuck teruja dan berahi menggembirakan


awek melayu hisap sedap pantat bulu lebat


Seketeri kena fuck dengan english boss


Foto Bugil Cewek Cantik Berpinggul Besar dan Bokong Semok Montok


Abg SMP Ngentot di Kebun Masih Berseragam Sekolah


Amoy Cantik Bugil di Depan Pintu Gerbang Rumah


Cewek Abg Berseragam SMP Bugil dan Ngentot


Gambar Foto Wanita Yang Berpantat Besar


Ceritaku dengan Sopirku Sendiri yang tak terlupakan


Cerita Dewasa ML Dengan Calon Dokter Berjilbab


Di Ajak Ngentot Sama Mami Tiriku Yang Montok


Ngentot Dengan Mbak Narsih Kaka Ipar Yang Bahenol