Tuesday, October 6, 2009

HARI LIBUR DAPET PECUN

HARI LIBUR




Berawal pada suatu hari (aku sudah lupa hari dan tanggalnya), saat itu aku sudah mulai bekerja di suatu perusahaan yang lumayan besar. Yang kuingat hari itu aku tidak masuk kantor berhubung sedang libur. Untuk mengisi kekosongan hari itu aku jalan-jalan ke Blok-M Plaza sendiri saja karena aku lagi tidak punya cewek (baru putus), iseng saja aku keliling sendiri mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dan akhirnya aku stand by di bioskop Twenty-One. Sambil asyik melihat poster-poster film yang dipasang, mataku jelalatan ke kiri dan ke kanan kali-kali saja ada cewek yang mau menemaniku nonton film. Tapi sepertinya hari itu hari sialku, karena kulihat tidak ada satu perempuan pun yang sendirian, semua perempuan yang datang ke situ semua bawa pasangan. Setengah putus asa kubeli saja tiket nonton, dalam hatiku bilang "Ya sudahlah."

Setelah pintu theater di buka aku langsung saja masuk dan menunggu filmnya diputar. Waktu film hampir main tiba-tiba ada yang menegurku.
"Permisi Mas..!" Waktu kulihat ternyata yang ngomong adalah seorang perempuan dan kutaksir umurnya masih belasan. Dia ternyata duduk di sebelahku, terus kubalas saja
"silakan ehm sendiri saja?" aku tanya begitu karena aku nggak lihat siapa-siapa lagi selain dia.
"Iya nih lagi iseng habis boring sih kalau dirumah." Itu perempuan jawab sambil melihat ke aku. Dalam hati aku berpikir, "Nah ini dia, tadi dicari di luar nggak ada ehh.. nggak tahunya malah dapat di dalam." Kuteruskan saja tanyanya,

"Kenapa kok di rumah bisa boring sih?"
"Ya.. bosen saja kalau hari libur gini, nggak ada kegiatan tuh!" Dia bilang sambil mulai makan popcorn yang dia bawa.
"Eh Mas mau?" dia menawarkan popcorn ke aku.
"Wah makasih deh nanti saja yah!" jawabku.
"Oo.. iya.. namaku Jimmy, nama kamu siapa kalau boleh tahu?" tanyaku.
"Namaku Reny, kamu sendirian juga Jim", itu cewek tanya lagi ke aku.
"Iya habis sama seperti kamu, aku juga lagi nggak ada acara makanya aku nonton saja" sahutku.

Akhirnya kita berdua jadi ngobrol panjang lebar sambil menunggu film main. Pas film sudah main kukeluarkan Coca Cola kaleng yang kubeli di luar dan berniat untuk membukanya. Entah kenapa tiba-tiba itu Coca Cola kaleng muncrat isinya pas kubuka dan airnya menyembur keluar mengenai badan Reny. Dengan reflek kukeluarkan saputanganku dan langsung membersihkan air Coca Cola yang ada di badan Reny sambil bilang,
"Waduh sorry berat nih sumpah aku nggak sengaja!" Waktu membersihkan, aku nggak sengaja menyenggol buah dadanya itu cewek. Wah ternyata walaupun nggak besar-besar amat tapi padat sekali.
"Enggak apa-apa kok Jim kan lu nggak sengaja ini!" balas Reny. Berhubung si Reny diam saja waktu kesenggol buah dadanya, ya sudah aku lama-lamain saja membersihkan di bagian itu sambil sesekali coba meremas.

"Wah.. kok betah ya", sahut Reny. Sambil belaga bodoh aku bertanya,
"Betah kenapa?"
"Itu tangan kok malah mainin buah dadaku", kata Reny sambil menahan senyuman.
"Habis buah dada kamu ngegemesin sih, sekel banget Ren?" sahutku lagi.
"Iya dong kalau punya properti tuh kan harus dirawat biar bagus", kata Reny lagi.

Di tengah film main aku iseng tanya begini,
"Ren dari pada di sini mending kita cari tempat saja yuk buat ngobrol?" Terus si Reny bilang,
"Ya sudah nunggu apa lagi Jim! Eh kamu bawa mobil?"
"Beres", sambil kugandeng tangan Reny untuk keluar dari gedung bioskop. Sampai di mobil aku tanya ke dia,
"So kita mau kemana nih, Ren?"
"Ya terserah kamu saja kan kamu yang ngajak!" jawab Reny.

Akhirnya kuajak saja ke hotel yang terdekat yaitu ke Hotel Melawai. Singkatnya setelah semua urusan check in selesai dan kita berdua sudah sampai di kamar, aku tanya lagi sama dia,

"Ehm kita mau ngobrol atau mau ngapain nih?"
"Ngapain juga kita di sini cuma ngobrol doang Jim, kan aku juga tahu maunya kamu apa!" Reny bilang gitu sambil melepas baju kaos dan rok mininya. Wah bodinya lumayan oke juga nih walaupun wajahnya nggak begitu cantik sih. Dia pakai bra sama CD warna hitam transparan jadi pentil buah dadanya dan bulu kemaluannya yang nggak begitu lebat kelihatan membayang.

"Buka dong baju kamu Jim terus kamu tunggu di tempat tidur, aku mau ke toilet dulu nih", sambil berkata begitu dia masuk ke toilet dalam hatiku berkata, "Sialan nih cewek aku di suruh-suruh bikin aku malu saja!" Tapi kubuka saja baju, celana jeans dan CD-ku yang pasti penisku sudah tegang menunjuk ke atas. Timbul pikiran isengku, "Si Reny ngapain yah di toilet, aku susul saja", langsung saja aku susul dia ke toilet. Pas pintu kubuka ternyata dia lagi nyeboki vaginanya pakai shower sambil duduk di pinggiran bak mandi.

"Heei ngapain kamu masuk Jim bukannya nunggu di kasur?" dia berkata begitu sambil sedikit kaget.
"Habis kamu lama banget sih kamu lihat dong penisku sudah tegang berat nih." Sambil aku acungi penisku ke muka dia.
"Hihihihi sudah horny yah aduh kasihan sini aku jilatin deh!" sambil dia mengelus-ngelus penisku.
"Kamu ngapain sih lama benar?" aku tanya gitu sambil menikmati elusan tangan dia di penisku.
"Terus terang Jim aku juga sudah horny waktu di bioskop tadi, sampai vaginaku basah jadi aku cuci dulu habis tengsin sih!" Setelah bicara begitu dia mulai jilat dan melamot penisku.

"Uhh... shhh... nikmat Ren...!" aku merasa penisku hangat sekali waktu dilamot sama Reny yang sesekali menggigit gemas penisku. Sekitar lima menit Reny mengulum penisku sampai basah banget sama air liurnya, gantian aku yang beraksi. Aku mainkan buah dadanya, pentilnya yang kecil dan berwarna coklat tua aku pelintir-pelintir terus yang satu lagi aku remas dengan gemas, kulihat si Reny merem sambil merasakan remasan tanganku. Setelah beberapa lama kusuruh saja si Reny menungging di dalam bak mandi karena aku mau main pakai dog style. Berhubung nih cewek sepertinya sih "gampangan" jadi aku nggak mau menjilati vaginanya. Waktu dia menungging, busyeet.. pantatnya 'bohai' banget terus aku elus-elus tuh pantat yang bohai, mulai dari arah pinggang sampai ke bagian vaginanya yang kalau menungging gitu jadi kelihatan jelas semua isi di dalamnya, aku mulai mengelus-ngelus bulu kemaluannya yang jarang terus kebagian kelentitnya aku gesek-gesek sambil sesekali kumasukan jari tengahku ke lubang vaginanya yang sudah mulai basah.

"Ahh.. uhh.. shh... waw Jim nikmat Jim ah!" Reny mulai mendesah genit keenakan. Setelah kurasa sudah cukup basah akhirnya kuarahkan penisku ke lubang vaginanya dan perlahan kudorong maju "Slebbbb!" Penisku masuk semua ke dalam vagina Reny karena memang sudah basah jadi nggak begitu susah.
"Aaww asshh shit ouhh Jimmy ahh!" Reny menjadi histeris setelah aku menggerakan pinggulku maju mundur perlahan. Rasanya memang nikmat banget apalagi buatku yang sudah kira-kira dua minggu belum tersalurkan nafsu birahiku.
"Shh oohh.. Ahh!" aku mendesah sambil maju mundurin pinggulku dan tanganku memainkan pentil buah dadanya yang juga sudah mulai keras.

"Ahh uuhh shit, Jim aku mau nyampe nih ahh duhh waaww..!" sambil bicara begitu Reny menekan keras pantatnya ke belakang agar batang penisku masuk lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Aku merasa ada cairan hangat yang membasahi batang penisku, ternyata si Reny sudah orgasme ini ditandai dengan kepalanya mendongak ke atas dan diserati desahannya,
"Auuhh shh Jim Oufff shh!" Langsung kucabut penisku dari vaginanya dan kugendong dia menuju ke tempat tidur yang nyaman. Aku rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kujilati buah dadanya yang mantap dengan rakus.

Tiba-tiba aku punya ide dan aku langsung bangun dari tempat tidur menuju ke mini bar yang ada disamping TV. Aku buka kulkas dan kuambil juice jeruk.
"Kamu kok berhenti sih Jim..?" tanya Reny sambil masih celentang di tempat tidur. Aku jawab,
"Ada deh mau tahu saja!" Aku balik lagi ketempat tidur dan aku tuangkan juice jeruk tersebut ke buah dadanya, walaupun sampai tumpah ke kasur aku nggak peduli. Habis itu aku mulai jilati buah dadanya dengan rakus sambil menikmati juice jeruk yang kutuang tadi.

"Ohh Jim.. geli geli Jim Ahh.." Reny mulai blingsatan nggak karuan sambil menjambak rambutku. Aku terus jilat dan melamot buah dadanya sampai juice jeruk tersebut habis. Setelah itu aku buka pahanya lebar-lebar untuk kusodok dengan penisku lagi. "Blesspp.. ahh.. Shh, " aku mulai bergerak naik turun, "Slebbb bless slebbb bless", terdengar bunyi dari vagina si Reny yang sudah mulai basah lagi. Reny yang sudah mulai horny mulai menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti iramaku. Ternyata si Reny memang ahli karena aku merasakan nikmat yang nggak ada duanya,
"Wahh Ren ahh kamu hebat Ren shh vagina kamu bisa nyedot ohh.. Shh", ucapku keenakan.

Aku merasa kalau kali ini aku mau sampai,
"Ahh Ren.. aku mau keluar nih." Reny mendorong tubuhku sambil bilang,
"Aku di atas deh.. Jim!" Kucabut penisku dan aku rebahan menggantikan si Reny yang sudah bangun dan langsung nangkring diatas perutku. Reny mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya dan menekan ke bawah, "Bleep ahh..." Reny kini yang aktif, dia bergerak ke atas dan ke bawah sambil menjambak rambutnya sendiri. Tanganku yang bebas langsung bermain-main dengan buah dadanya yang sudah nggak karuan warnanya habis kucupangi tadi.

"Ahh duhh Jim.. gila nikmat benar shh ouhh", Reny sedikit menjerit. Setelah sekitar 15 menit aku merasa sudah nggak tahan lagi untuk orgasme,
"Ouuhhfff Ren.. aku sudah nggak tahan nih shh", aku cengkram pinggang Reny untuk melampiaskan perasaan nikmat.
"Jim kita keluar bareng ahh shh.. ouhh.. Jimm.. cret creet croot croot..!" Akhirnya kita berdua orgasme bersamaan, nikmat sekali yang kurasakan saat itu. Setelah menikmati orgasme masing-masing kita tertidur sambil berpelukan.

Kita terbangun malam hari dan langsung berpakaian setelah itu langsung cabut. Ternyata hari libur aku nggak sesial yang kukira, malah aku dapat durian kecil yang sudah matang.

SELLESAI